Kini aku harus lebih mendekati Nya
Blog punya whafret -- http://whafret.blogspot.com/
Your Ad Here
Text Link Ads
22 May 2007
Hati-hati di toilet pasar festival!!

Dari milis...

Dear All...
Ini cerita nyata yang aku alami sendiri. Bukan forward
dari nilis atau teman lain. Tapi aku sendiri yang
menyaksikan pengalaman ini.

Suatu hari, Andri, teman saya yang pemain band akan
mengambil stand keyboard yang ia tinggal di belakang
panggung musik foodcourt pasar festival. Stand itu
harus diambil malam itu karena Andri akan ke Medan
ngiringin Audy.

Saya diminta dia untuk mengantarnya karena saya pernah
kenal sama seorang operator food court sewaktu kantor
bikin acara Hari Ibu di sana , Desember lalu.
Tanpa banyak bicara kami berangkat ke foodcourt PF.
Sayang, Khaer, operator yang kami cari tidak berada di
sana. Padahal stand keyboard itu dititip Andri
kepadanya. Saya dan Andri tidak mau ambil begitu saja
stand keyboard itu karena gak pengen ada masalah.
Makanya kami melapor ke Satpam, bahwa kami akan ambil
stand keyboard milik Andri itu.

Satpam yang kami temui tak mau ambil resiko sendiri.
Diajaklah kami ke Posko satpam mereka yang berada di
lantai bawah dekat pelataran parkir.
Di sinilah cerita sesungguhnya dimulai.

Ketika Andri teman saya itu sedang mengisi surat
pengambilan barang, tiba-tiba ada dua orang pemuda
yang digelandang 2 orang Satpam. Saya yang berada di
ruangan Posko Satpam itu langsung menduga bahwa kedua
orang laki-laki itu, adalah klepto, yang kepergok
ngutil di toko atau gerai-gerai yang ada di PF. Tapi
saya agak ragu karena penampilan mereka bersih, rapih,
dan gagah.

Tahulah...mereka dipukul, ditendang pake sepatu boot,
dan ditampar dengan penggaris plastik, sebelum diminta
identitasnya.

Saya tanya ke Satpam, dan begini percakapannya.
Saya: "Kepergok nyolong ya Mas?"
Satpam: "Bukan"
Saya:"Loh... trus kenapa"
Satpam:"Mereka ada di kamar mandi cowok, WC-nya
dikunci dari dalam, lagi gituan"
Saya: "Lagi ngapain?"
Satpam: "Lagi (maaf) coli bareng"

Saya terperanjat, dan baru teringat kalau PF dan
daerah sekitar kolam renang Soemantri Brodjonegoro
emang jadi tempat rendezvouz kelompok homoseksual.
Dalam hati saya baru maklum. Tapi saya pikir ada yang
miss dari percakapan itu.

Saya teruskan percakapan itu
Saya: "ooh.., tapi kalo homonya kan gak masalah kan
mas?"
Satpam: "Kalo itu sih sebodo amat, tapi jangan
dilakukan di fasilitas umum di sini. Ntar rusak dong
citra nih tempat"

Saya getting quit clearer. Mereka melakukannya di
tempat umum. Di sebuah tempat fasilitas publik, di WC
umum. Tapi bukankah dia mengatakan WC itu dikunci dari
dalam? How do they (para Satpam) know?

Itulah pertanyaan kuncinya.
Saya:"Dari mana mas tahu kalu mereka lagi co^*
bareng?"
Satpam (sambil menawarkan Marlboro Light): "Ya dari
kamera yang kita pasang dong. Mana kita tahu kalau
bukan dari kamera. Udah sering kok kita bawa mereka
(yang kepergok lainnya) kemari"

Gotcha!!!

Kalau toilet laki-laki saja mereka pasangi kamera
pengintai. Apa mungkin, mereka tidak memasangnya di
toilet perempuan? How do you think??? Jujur saja, aku
memilih, "gak mungkin!" Kalian?
posted by Wawan Hendrawan @ 12:16  
 
About Me

Name: Wawan Hendrawan
Home: Bogor, Indonesia
About Me: Me, is me. And you are you...
See my complete profile
Previous Post
Friends
Archives
Powered by

15n41n1

BLOGGER





Text Link Ads